Tips Menghadapi Wawancara Kerja

27 04 2009

Tujuan wawancara bagi perusahaan

  • Melihat profil pribadi pelamar seutuhnya, cara berjalan, cara bersikap, cara berbicara, cara menjawab pertanyaan, dll. Sikap dan perilaku anda akan menunjukkan siapa dan bagaimana anda.
  • Mencocokkan hasil psikotes
  • Melengkapi data melalui pengamatan langsung

 

PERSOALAN ANDA

  • GROGI DAN CEMAS
  • TIDAK PERCAYA DIRI
  • SUKA MENUNDA-NUNDA
  • TERLAMBAT DATANG
  • KHAWATIR TIDAK BISA/TIDAK LULUS

KUNCI:  Tampil Percaya Diri dan Jangan Pernah Berpikir Gagal atau Tidak Bisa  

 

PERCAYA DIRI diperoleh dari: memahami setiap tahapan tes kerja, nyakin bisa melalui semua tahapan, karena telah berlatih berulang-ulang, merasa memiliki keterampilan sesuai pekerjaan.

 

Strategi:

  • Tanamkan kenyakinan bahwa anda bisa menghadapi wawancara ini dengan baik, karena anda telah banyak berlatih sebelumnya dan ternyata sangat mudah dan menyenangkan
  • Datang ketempat paling lambat 30 menit sebelum dimulai
  • Berpakaian rapi, sopan dan bersih
  • Bertingkah laku sopan dan percaya diri
  • Bersikap ramah, gembira dan banyak tersenyum (bukan cengengesan)
  • Jawab setiap pertanyaan dengan percaya diri dan bersemangat
  • Jawaban harus jelas, singkat dan jujur.
  • Hindari jawaban yang bertele-tele, ragu-ragu atau cengengesan
  • Jangan bersikap dan bertingkah laku seperti anak kecil atau remaja ketika anda diperusahaan.

SIKAP-SIKAP PENTING DALAM WAWANCARA

Sikap ketika masuk ruangan

  • Ucapkan salam,”selamat pagi/siang” disertai anggukan ringan
  • Berjalan dengan pasti dan percaya diri
  • Wajah tersenyum, bukan tertawa
  • Ambil posisi berdiri disebelah kursi, sambil berdiri sopan dan pandangan menghadap kepada si pewawancara.
  • Duduk setelah dipersilakan

 

Sikap ketika wawancara

  • Duduk sopan dan rileks, upayakan tidak membungkuk.
  • Wajah tidak tegang, rileks, upayakan selalu menghadap kepada si pewawancara.
  • Tunjukkan bahwa kita selalu dalam keadaan gembira, indikatornya mata kita bersinar. Tapi tidak berarti kita harus tersenyum terus atau tertawa. Ingat bahwa kita tidak harus tersenyum terus, tapi tergantung situasi dan kondisi.

 Cara menjawab pertanyaan.

  • Perhatikan dengan cermat setiap perkataan atau pertanyaan pewawancara, dan berusaha cepat mengerti apa yang dimaksud. Pikiran kita harus luas ketika menyimak perkataan dipewawancara, sehingga mudah ketika kita menjawabnya.
  • Jika ada yang kurang dimengerti, tunggu dulu sampai dia selesai bicara, kemudian minta bagian tersebut diulangi. “Maaf pak/bu, bisa diulangi lagi bagian yang … “
  • Ketika memberi jawaban, jangan bertele-tele. Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Tetapi jangan pula terlalu lama baru menjawab (telat mikir) atau kebanyakan a.. i.. u.
  • Ketika menjawab pertanyaan, upayakan wajah kita selalu menghadap kepada sipewawancara.

 Pertanyaan2 yang umum dalam suatu wawancara antara lain:

  • Latar belakang pribadi seperti keluarga, sekolah, daerah asal, dll
  • Pengalaman kerja, dimana, sebagai apa dan kapan, berapa gaji diminta
  • Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, prestasi atau apa saja.
  • Minat kerja dan pekerjaan yang dikehendaki atau yang tersedia
  • Dan sebagainya

 

INGAT BAHWA:

  • WAWANCARA (INTERVIEW) BUKAN HAL YANG MENAKUTKAN DAN BUKAN UNTUK MENJATUHKAN ANDA.
  • WAWANCARA ADALAH SUATU PROSES PENCOCOKAN ANTARA HASIL TES TERTULIS & PSIKOTES DENGAN KENYATAANNYA, YAITU ANDA SENDIRI.
  • SERING KALI HASIL ATAU NILAI UJIAN BERBEDA ATAU TIDAK SESUAI KENYATAANNYA
  • PADA UMUMNYA PROSES WAWANCARA ADALAH TAHAP AKHIR MENERIMA ATAU MENOLAK ANDA.

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: